MACAM-MACAM BAHAN MAKANAN
SEBAGAI SUMBER GIZI
Dalam susunan hidangan yang berlaku atau biasa
digunakan terdiri dari berbagai jenis makanan yang dapat dikelompokkan
berdasarkan bahan makanan, yakni:
- Bahan makanan pokok: nasi, kentang, ubi jalar, ubi kayu.
- Bahan makanan lauk-pauk: daging, ikan, telur, susu.
- Bahan makanan sayur- mayur: bayam, kacang panjang, wortel, dll.
- Bahan makanan buah-buahan: jeruk, papaya, pisang, melon, dll.
Jika mengkonsumsi keempat bahan makanan di atas
dalam jumlah yang cukup untuk tubuh, berarti kita sudah mengkonsumsi hidangan
empat sehat. Susunan hidangan empat
sehat jika dilengkapi dengan mengkonsumsi susu dalam jumlah yang cukup, berarti
lengkaplah susunan hidangan yang dianjurkan pemerintah, yakni empat sehat dan
lima sempurna. Slogan ini menggambarkan susunan hidangan Indonesia yang sanggup
memberikan kesehatan gizi yang baik. Dengan harapan akan dapat terpenuhi oleh
masyarakat luas. Slogan ini terutama
dianjurkan bagi masyarakat yang rentan gizi, yakni bayi dan anak-anak, ibu
hamil, dan ibu yang menyusui. Golongan inilah yang paling rawan jika keadaan
masyarakat semakin kekurangan penyediaan bahan makanan. Hal itu sangat berpengaruh dengan pertumbuhan dan
inteligensi generasi baru bangsa.
1. Karbohidrat
Sumber utama karbohidrat di dalam makanan berasal
dari tumbuh-tumbuhan dan hanya sedikit yang termasuk bahan makanan hewani. Di
dalam tumbuhan karbohidrat mempunyai dua fungsi utama, yakni sebagai simpanan
energi dan sebagai penguat struktur tumbuhan tersebut. Yang merupakan sumber
energi terutama terdapat dalam bentuk zat tepung (amylun) dan zat gula (mono
dan disakarida). Timbunan zat tepung terdapat di dalam biji, akar, dan batang.
Gula terdapat di dalam daging buah atau di dalam cairan tumbuhan di dalam
batang (tebu).
Karbohidrat nabati di dalam makanan manusia terutama
berasal dari timbunan yaitu biji, batang,dan akar. Sumber yang kaya akan
karbohidrat umumnya termasuk bahan makanan pokok. Karbohidrat hewani berbentuk
glikogen, terutama terdapat di dalam otot (daging) dan hati, namun jumlahnya
terbatas dan setelah binatang mati, glikogen mengalami penguraian sehingga di
dalam daging praktis menjadi nol ketika sampai di dapur. Ada pula jenis-jenis
yang mengandung cukup banyak karbohidrat seperti pisang, sawo, nangka, sukun,
dan kelewih. Kacang-kacangan pun mengandung banyak karbohidrat tetapi biasanya
tidak sanggup dikonsumsi dalam jumlah besar karena memberikan keluhan-keluhan.
2. Protein
Dalam kualifikasi protein berdasarkan sumbernya
telah kita ketahui protein hewani dan protein nabati. Sumber protein hewani
dapat berbentuk daging dan alat-alat dalam seperti hati, pancreas, ginjal,
paru, jantung, dan jerohan, babat, iso. Susu dan telur termasuk dalam protein
hewani berkualitas tinggi. Ikan, kerang-kerangan dan jenis udang merupakan
kelompok sumber protein yang baik, karena mengandung sedikit lemak. Begitu pula
dengan ayam dan jenis burung lain serta telur.
Protein di dalam sel sebagai protein struktural
maupun sebagai protein metabolik. Protein struktural adalah bagian integral
dari struktur sel dan tidak dapat diekstraksi tanpa menyebabkan disintegrasi
sel tersebut. Protein metabolik dapat diekstraksi tanpa merusak integritas
struktur sel itu sendiri.
Jenis-jenis protein
Berdasarkan komponen-komponen yang menyusun protein.
a. Protein bersahaja (simple protein)
b. Protein komplek (complex protein, conjugated
protein)
c. Protein derivat (protein derivative)
Berdasarkan sumbernya protein diklasifikasikan
menjadi:
1. Protein hewani, yaitu protein dalam bahan makanan
yang berasal dari binatang, seperti
protein dari daging, protein dari susu, dan
sebagainya.
2.Protein nabati, yaitu protein yang berasal dari
bahan makanan tumbuhan, seperti protein dari jagung (zein), dari terigu, dan
sebagainya.
Klasifikasi protein berdasarkan fungsi
fisiologiknya, berhubungan dengan daya dukungnya bagi pertumbuhan badan dan
bagi pemeliharaan jaringan.
a. Protein sempurna: protein kelas tertinggi
ditinjau dari fungsi gizinya sanggup mendukung pertumbuhan badan maupun
pemeliharaan jaringan yang aus/ rusak terpakai. Jenis protein ini dibutuhkan
anak-anak yang sedang tumbuh.
b. Protein setengah sempurna: protein setengah
lengkap sanggup memelihara kesehatan orang dewa yang tidak lagi menunjukkan
adanya pertumbuhan badan tetapi masih memerlukan pemeliharaan jaringan yang
rusak/ aus terpakai.
c. Protein tidak sempurna: protein yang tidak
lengkap tidak sanggup mendukung kesehatan siapapun karena tidak sanggup
memeliharan jaringan yang aus terpakai dan rusak, apalagi mendukung pertumbuhan
badan. Meskipun dikonsumsi dalam jumlah besar, kualitas protein ini akan
dibakar untuk menghasilkan energi dan tidak ada yang dipergunakan untuk sintesa
protein tubuh yang diperlukan untuk pertumbuhan maupun pemeliharaan jaringan.
Protein dalam makanan nabati terlindung oleh dinding
sel yang terdiri atas selulosa yang tidak dapat dicerna oleh cairan pencernaan
kita, sehingga daya cerna sumber protein nabati pada umumnya lebih rendah
dibandingkan dengan sumber protein hewani.
Memasak makanan dengan memanaskannya akan merusak
dan mememcahkan dinding sel tersebut, sehingga protein yang terdapat di dalam
sel menjadi terbuka dan dapat dicapai oleh cairan pencernaan saluran
gastrointestinal.
Protein hewani pada umumnya mempunyai kualitas
(nilai gizi) lebih tinggi dibandingkan dengan protein nabati. Campuran beberapa
bahan makanan sumber protein nabati dapat menghasilkan komposisi asam amino
yang secara keseluruhannya mempunyai kualitas cukup tinggi.
3. Lemak
Lemak dapat dibedakan menjadi lemak nabati dan lemak
hewani. Lemak nabati berasal dari bahan makanan tumbuh-tumbuhan, sedangkan
lemak hewani berasal dari hewan termasuk
ikan, telur, dan susu. Kedua jenis lemak ini berbeda dalam jenis asam lemak
yang menyusunnya. Lemak nabati mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh
yang menyebabkan titik cair yang lebih rendah dan dalam suhu kamar berbentuk
cair, disebut minyak. Lemak hewani mengandung terutama asam jenuh, khususnya
mempunyai rantai karbon panjang yang mengakibatkan dalam suhu kamar berbentuk
padat. Lemak berbentuk padat inilah yang biasa kita sebut lemak atau gaji.
Lemak di
dalam makanan yang memegang peranan penting adalah yang disebut lemak
netral. Molekulnya terdiri atas satu molekul dan tiga molekul asam lemak yang
diikatkan pada glycerol dengan ikatan ester. Ketiga asam lemak bisa sama semua, tetapi dapat juga
dua sama atau ketiganya tidak ada yang sama.
Jaringan lemak di dalam tubuh dianggap tidak aktif,
jadi tidak ikut dalam proses-proses metabolisme sehari-hari tetapi merupakan
simpanan/cadangan energi yang kelebihan dan tidak terpakai.
4. Vitamin
Vitamin A terdiri atas vitamin A1 dan
vitamin A2. Perbedaan dalam struktur keduanya ialah adanya dua
ikatan tak jenuh dalam cincin beta ionon pada vitamin A2. Sedangkan
vitamin A1 mengandung satu ikatan kembar pada cincin tersebut.
Preformed vitamin A terdapat dalam bahan makanan
hewani. Provitamin A terdapat dalam bahan makanan nabati (ikatan karoten).
Sumber vitamin A preformed: hati, ginjal, sedangkan
minyak ikan merupakan sumber vitamin A preformed yang dipekatkan dan biasa
dipergunakan sebagai obat sumber vitamin A dan vitamin D.
Vitamin D
Vitamin D terdiri atas beberapa ikatan, yakni D1,
D2, dan D3 dan D4. Vitamin D berbentuk kristal
putih yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam minyak dan zat-zat kelarut
lemak. Vitamin D tahan terhadap panas dan oksidasi. Sumber vitamin D adalah
sinar matahari.
Vitamin E
Berbagai biji-bijian merupakan sumber kaya akan
vitamin E, khusus biji yang sudah berkembang dikenal mengandung vitamin E dalam
konsentrasi tinggi.
Vitamin C
Sumber vitamin C di dalam bahan makanan terutama
buah-buahan segar dan sayuran. Namun, sayuran segar memiliki kadar yang lebih
rendah. Vitamin C pada kulit buah mengandung konsentrasi tinggi. Pada daging
buah cukup, sedangkan pada biji kandungan vitamin C-nya sangat rendah.
Kekurangan vitamin C dalam tubuh akan mengalami
kerusakan jaringan dalam rongga mulut di tulang dan gigi-geligi. Kerusakan pada
saluran darah.
Riboflavin
Riboflavin banyak terdapat dalam bahan makan nabati
maupun hewani dan diperlukan oleh segala jenis sel jaringan hewan dan manusia
maupun bakteri. Kebutuhan badan akan riboflavin mempunyai korelasi erat dengan
jumlah protein yang dikonsumsi dalam hidangan.
Pyridoxin
Vitamin B6 atau pyridoxin dalam daging
dan telur terutama terdapat sebagai pyridoxal dan pyridoxamin. Di dalam hati
kedua bentuk ini mencapai 80% dari aktivitas total.
Biotin
Biotin tersebar luas dalam bahan makanan nabati
maupun hewani meskipun jumlahnya kecil, baik sebagai biotin bebeas maupun
terkonjugasi, seperti hati, dedak beras, kacang kedelai.
Asam Pantothenat
Asam pantothenat tersebar dalam segala jenis
jaringan tumbuhan maupun hewan, misalnya hati, ginjal, telur, daging kurus, dan
susu. Dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacanan, sawi, ubi, dan brocoli.
Asam Folat/Folacin
Biopotensi asam folat banyak tersebar dalam berbagai
jenis bahan makanan nabati maupun hewani.
Vitamin B12/ Cynocobalamine
Sumber yang cukup kaya akan vitamin B12
adalah hati, ginjal, otak, jantung, jerohan, serta kuning telur. Terasi, petis,
dan berbagai jenis fish sauce merupakan sumber vitamin B12 yang baik
berasal dari sintesa oleh mikro-organisme yang mencemari bahan makanan
tersebut.
Vitamin B-Kompleks
Vitamin B-Kompleks lain seperti choline, inositol,
dan PABA. Kegunaannya masih belum jelas, namun hampir rata-rata kandungan
vitamin B-Kompleks ini tersebar luas dalam bahan makanan, seperti inositol
dalam serealia terkandung asam phytat.
Vitamin yang masih kontroversial
Asam Pangamat/vitamin B15 dan
amygdaline/vitamin B17. Vitamin B15 dapat meningkatkan
kesehatan sel-sel secara umum dan meningkatkan utilisasi oksigen oleh sel-sel.
Sumber makanan vitamin B15 adalah bekatul beras. Sedangkan vitamin 17
bersumber pada buah pala dan beberapa biji buah-buahan lain.
No comments:
Post a Comment