Wednesday, 24 August 2016

MENGHITUNG KEPERLUAN KALORI SESUAI AKTIVITAS DAN DAFTAR KECUKUPAN GIZI



MENGHITUNG KEPERLUAN KALORI SESUAI AKTIVITAS DAN DAFTAR KECUKUPAN GIZI
A.    DAFTAR KECUKUPAN GIZI
Makanan yang kita konsumsi sehari-hari tak lepas dari kandungan gizi. Namun, selama ini kita makan karena terasa lapar dan tidak ingin sakit, tanpa memikirkan manfaat atau fungsi dari setiap bahan makanan yang dimakan. Padahal setiap bahan makanan, seperti nasi, ikan, ayam, dan sayuran memiliki kandungan zat gizi yang sangat kaya dan dibutuhkan. Kini setelah mengenal ilmu gizi kita lebih memahami macam-macam zat gizi, fungsi, dan sumbernya.
Dalam mengkonsumsi setiap jenis bahan makanan, tentu saja memiliki takaran atau ukuran atau hitungan yang dianjurkan oleh ahli gizi. Takaran atau hitungan ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan setiap gizi yang dibutuhkan tubuh. Agar tubuh tidak kekurangan atau kelebihan gizi. Oleh sebab itu, para ahli menganjurkan penggunaan kecukupan gizi (recommended dietary allowance/RDA).

1.      Pengertin Daftar Kecukupan Gizi (DKG)
Daftar kecukupan gizi (recommended dietary allowances/RDA) adalah tabel yang mencantukan zat gizi yang dianjurkan untuk dikonsumsi bagi masyrakat luas. Kecukupan gizi dipengaruhi oleh umun, jenis kelamin, aktivitas, berat dan tinggi badan, genetika, serta keadaan hamil dan menyusukan. Namun daftar kecukupan gizi /RDA yang berlaku di Indonesia hanya untuk zat-zat tertentu, terutama bagi zat-zat gizi yang sering menimbulkan problem kesehatan. Seperti energi tercantum dalam daftar tersebut meski energi tidak termasuk gizi. Energi dihasilkan dari tiga sumber energi utama, yakni karbohidrat, lemak, dan protein. Penghitungan energi dinyatakan dalam satuan kalori, yaitu kilogram kalori (Kgkal).
Dalam penghitungan kecukupan gizi yang dianjurkan, faktor variasi kebutuhan individual sudah diperhitungkan, sehingga angka kecukupan gizi yang diajurkan setingkat dengan kebutuhan rata-rata ditambah dua kali simpangan baku (standar deviasi). Dengan demikian kecukupan yang dianjurkan sudah mencakup lebih dari 97,5%. Dalam praktek, angka-angka yang tertera di dalam daftar inipun dapat diterapkan untuk keperluan perorangan, setelah diadakan koreksi dan adaptasi individual. Misalnya: seseorang dengan usia tertentu, memiliki berat badan berlebihan dari daftar yang dianjurkan maka kebutuhan RDA-nya harus dinaikkan sesuai dengan penambahan berat badan daftar orang tersebut. Demikian sebaliknya. Pada orang dewasa yang berat badannya semakin bertambah maka alokasi yang telah dirancang terlalu tinggi maka harus diadakan koreksi menurunkan jatah pangan yang telah dirancang.

Daftar kecukupan gizi yang berlaku di negara lain tentu akan berbeda-beda. Hal ini karena nilai batas keamanan yang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya batas keamanan, adalah:
1.Tingkat kesehatan gizi masyarakat yang ingin dicapai.
2.Tingkat perekonomian/ pendapatan masyarakat (negara) yang menentukan tingkat daya beli.
3.umur kelompok.
4.Jenis kelamin.
5.Kondisi fisik (sedang hamil atau menyusukan)

2.      Fungsi DKG
Fungsi utama daftar kecukupan gizi yang dianjurkan, adalah sebagai berikut.
a.Untuk memiliki kecukupan gizi yang telah dicapai melalui konsumsi makanan bergizi penduduk atau golongan masyarakat tertentu yang didapatkan dari hasil survei gizi makanan.
b.Untuk perencanaan pemberian makanan tambahan balita dan institusi.
c.Untuk perencanaan penyediaan pangan tingkat regional dan nasional.

Angka-angka di dalam daftar RDA merupakan nilai rata-rata untuk kelompok populasi dan perorangan perhari. Oleh karena itu, nilai daftar dikelompokkan ke dalam golongan umur, kelompok jenis kelamin, dan berat badan.

Ada tabel:











Daftar kecukupan gizi/RDA yang berlaku disetiap negara akan berubah menurut kondisi masyarakatnya dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu, daftar kecukupan gizi direvisi secara periodik, terutama bila kondisi masyarakatnya mengalami peningkatan daya beli. Hal ini akan mempengaruhi besarnya nilai Batas Keamanan. Biasanya bagi negara yang sudah mapan atau stabil perekonomiannya, daftar kecukupan gizi direvisi setiap 10 tahun. Sedangkan bagi negara berkembang,perubahan itu dilakukan dalam setiap 5 tahun sekali, termasuk Indonesia.

B.     PENGHITUNGAN KALORI
Memperhatikan dan memahami kegunaan zat gizi yang dibutuhkan tubuh, sangatlah bermanfaat karena kita dapat menganalisa apakah kita kekurangan atau kelebihan zat gizi. Pada kondisi   tertentu masing-masing orang membutuhkan gizi yang berbeda. Begitu pula untuk beberapa jenis zat gizi memiliki jumlah kuantum berbeda yang diperlukan setiap harinya.

1.      Pengertian Kalori
Tubuh membutuhkan energi yang beraal dari zat gizi karbohidrat, lemak, dan protein. dan energi yang diperlukan tubuh ini dinyatakan dalam satuan Kalori. Untuk mengukur satuan energi dapat menggunakan:
Joule/J yakni 1 Kal = 4,185 Kj (KiloJoules): 1 Kj = 10 J.

Satu Kalori setara dengan panas yang dibutuhkan untuk  menaikkan panas. Satu gram air dari 14,5 C menjadi 15,5 C. jadi 1 Joules setara dengan 0,239 Kalori.

2.      Fungsi Kalori
Zat gizi karbohidrat, lemak, dan protein merupakan sumber utama energi. Di samping  itu, beberapa jenis ikatan organic dalam bahan makanan juga memberikan energi, misalnya alcohol dan asam-asam makanan, namun dikonsumsi dalam jumlah sangat sedikit. Sedangkan energi kimia dalam bahan makanan berasal dari energi photon/sinar matahari dalam tumbuhan yang menjadi bahan makanan. Dengan demikian, matahari dan tumbuhan sangat berperan penting dalam pembentukan atau pengadaan energi bagi tubuh kita.
Energi yang dibutuhkan tubuh dapat dibagi menjadi 2 bagian, yakni:
a.Energi untuk kebutuhan fisiologis/metabolisma basal (BM)
b.Energi untuk melakukan kerja luar.

a.Metabolisma Basal (BM)
energi basal untuk menggerakkan denyut jantung, gerak alat pernapasan, gerak alat pencernaan, alat urogenital, sekresi kelenjar-kelenjar, biolistrik syarat, dan sejenisnya. Energi basal adalah energi minimal yang diperlukan tubuh dalam keadaan istirahat, mental dan fisik dalam keadaan istirahat total, berbaring tapi tidak tidur atau paling sedikit 12 jam setelah makan dan dipengaruhi suhu ruangan sekitar 25 C.
Energi basal yang sudah digunakan oleh tubuh, dibuang keluar dan kuantumnya dapat diukur dengan kalorimetri. Untuk mengukur kuantum energi dapat menggunakan kalorimetri langsung dan kalorimetri tidak langsung.
Dalam kalorimetri langsung –berdasarkan hasil percobaan—energi yang diserap alat-alat dan air sama banyak dengan energi yang dikeluarkan tubuh. Dalam rumus dapat dinyatakan dengan:

E = (A  W). T

E = Energi yang dikeluarkan tubuh (Kalori)
A = Berat air (Kg)
W = Nilai air alat
T = TA – TP – kenaikan suhu selama percobaan ( C)

Dalam kalorimetri tak langsung, pembakaran suatu jenis zat gizi tertentu mempunyai karakteristik khusus, yaitu perbandingan CO terhadap O yang khusus dan setiap penggunaan 1 liter O menghasilkan sejumlah energi tertentu pula. Perbandingan CO /O adalah Respiratory Quotient (RQ) dan jumalh energi yang dihasilkan pada pemakaian setiap liter oksigen adalah Nilai Kalori dari oksigen tersebut.

Table:
Data pada Pembakaran Berbagai Zat Gizi






Untuk mengetahui pembakaran setiap gram karbohisrat murni: pembakaran karbohisrat murni diperlukan 828,8 ml Co dan nilai RQ = 1,00, sedangkan nilai Kalori bagi oksigen 5,047 Kal perliter. Jadi pembakaran setiap gram karbohisrat murni adalah 5,047 Kal/liter. Demikian untuk seterusnya.

Total kalori yang telah dipergunakan oleh tubuh selama 24 jam adalah energi non-protein ditambah dengan energi yang dihasilkan oleh protein yang dihitung melalui jumlah ureum yang diekskresikan.

Table: Data yang Berhubungan dengan Metabolisma Non-protein







Metabolisma Basal (MB) adalah energi yang diperlukan tubuh selama 24 jam dalamkonsidi basal. BM = Kal/24 jam. BM = 1 jam disebut Basal Metabolisma Rate (BMR) yang dapat dinyatakan dalam:

            BM = 24xBMR
 
Energi basal yang dikeluarkan dari tubuh melalui permukaan kulit, sehingga BM = Kal/m. Dan m = luas permukaan badan. Maka BMR = Kal/luas permukaan badan per jam. Sedangkan luas permukaan badan adalah berat badan dan tinggi badan dengan rumus:

A= B        x T      x C

A = luas permukaan badan (m)
B = berat badan (Kg)
T = tinggi badan (m)
C = bilangan konstan: 71,84

BMR bagi kelompok umur dan jenis kelamin bisa didapat dari daftar hasil penelitian yang  mempergunakan Kalorimetrik, yakni:

Table: Nilai BMR Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin (Kal/m perjam)






BMR laki-laki lebih tinggi daripada nilai BMR perempuan. BMR semakin menurun dengan bertambahnya usia.

b. Kebutuhan Energi bagi Kerja Luar
Energi untuk kerja luar berasal dari sumber enrgi utama dalam bahanmakanan dan dapat diukur dengan Kalorimetri tidak langsung. Untuk mengetahui jumlah energi/Kalori yang diperlukan tubuh dalam sehari, yakni jumlah energi yang diperlukan untuk  melakukan berbagai jenis pekerjaan selama sehari, ditambah BM orang yang bersangkutan. Hasilnya  adalah  energi yang harus disediakan bagi orang tersebut selama sehari.
Jenis pekerjaan dikelompokkan dalam tiga bagian, yakni: pekerjaan ringan, pekerjaan sedang, dan pekerjaan berat.

Table: Kebutuhan Energi untuk Melakukan Berbagai Tingkatan Kerja (Kal/menit)






Jumlah energi itu harus disediakan dalam susunan hidangan sehari bagi orang tersebut. Jika konsumsi melebihi kebutuhan tubuh akan cepat bertambah berat badan/kegemukan dan sebaliknya. Pada konsidi akhir ini kekurangan energi akan dipenuhi dengan  memecah jaringan tubuh untuk dijadikan bahan penghasil energi.

Table: Kebutuhan Energi Sehari Dikatikan dengan Tingkatan BM

No comments:

Post a Comment