A. PENGERTIAN ZAT GIZI
Makanan yang kita makan setiap hari belum tentu
sudah memenuhi gizi yang dibutuhkan tubuh. Apakah kita sering memperhatikan
kandungan gizi yang terdapat dalam bahan makanan yang kita makan? Apakah
kandungan gizi itu sangat penting dan diperlukan tubuh? Bagaimana dengan
penyajian dan pengolahan makanan yang kita konsumsi selama ini? Dan apakah
makanan mewah atau mahal sudah dapat menjamin memenuhi kandungan gizi yang
dibutuhkan tubuh? Begitu banyak pertanyaan yang muncul berkaitan dengan gizi
makanan.
Untuk
memenuhi gizi yang diperlukan tubuh,
tidak perlu membeli makanan yang mahal, enak, dan mewah. Karena makanan
yang enak atau mahal belum tentu dapat memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan
tubuh. Makanan bergizi tidak selalu harus mahal atau dengan sajian dan hiasan
mewah, kita dapat membuatnya sendiri dengan lebih sederhana namun memenuhi
kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu, peranan ilmu gizi sangat
penting untuk diketahui bagi kita dan masyarakat luas. Dengan mengetahui ilmu
gizi kita akan memahami kegunaan dan fungsi zat gizi bagi tubuh.
Ilmu
gizi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan bahan
gizi, sumber bahan makanan, dan fungsi, cara kerja serta metabolisme bahan
gizi. Di samping itu, kita dapat mengetahui hubungan bahan gizi dengan
kesehatan serta akibat kekurangan atau kelebihan zat gizi.
Zat-zat
yang ada dalam makanan disebut zat gizi atau zat makanan. Zat makanan itu
antara lain karbohidrat/hidrat arang, protein atau zat putih telur, lemak,
vitamin dan mineral. Bahan-bahan gizi ini diperlukan untuk memenuhi dua
kebutuhan utama, yaitu sebagai sumber energi dan sebagai sumber zat-zat untuk
pembentukan komponen sel serta mempertahankan fungsi sel.
Pada umumnya organisme hidup
memerlukan sejumlah senyawa anorganik serta senyawa karbon dan nitrogen. Namun
kebutuhan gizi pada masing-masing organisme hidup itu berbeda-beda. Seperti
tumbuh-tumbuhan dan hewan tidak memerlukan vitamin dan protein. Karena tumbuhan
dapat membuat vitamin dan protein dari senyawa-senyawa kimia sederhana, seperti
karbondioksida, air, dan amonia. Senyawa untuk kedua macam fungsi yang tidak dapat dibuat sendiri, dinamakan zat gizi esensial untuk organisme
itu. Ini berarti bahwa zat gizi untuk hewan tingkat tinggi dan manusia berbeda
dari zat gizi untuk tumbuhan-tumbuhan dan mikro-organisme karena mereka
memerlukan senyawa-senyawa yang lebih kompleks di dalam makanannya dan jumlah
kalori yang lebih banyak untuk pergerakan ototnya. Mereka tergantung pula pada
tumbuh-tumbuhan dan hewan lain untuk memenuhi kebutuhannya karena vitamin, asam
amino dan asam lemak tertentu tidak dapat dibuat oleh manusia dan hewan tingkat
tinggi. Zat yang esensial bagi manusia dan hewan tingkat tinggi harus terdapat dalam makannya yang berasal
dari tumbuh-tumbuhan dan hewan lain, seperti susu dan telur.
Begitu
pula dengan bahan gizi untuk hewan tingkat tinggi dan manusia pun berbeda dalam
berbagai aspek, seperti cara pengolahan dan penyediaan makanan harus
diperhatikan. Karena berhubungan dengan sistem pencernaan manusia yang berbeda
dengan sistem pencernaan hewan. Dalam ilmu gizi pun dipelajari cara pencernaan,
pengolahan, dan penyediaan bahan makanan yang disesuaikan dengan selera, adat
istiadat, dan kebiasaan serta kesukaan pada saat-saat tertentu dalam kehidupan
seseorang. Untuk menanggulangi
permasalahan tersebut ahli gizi dapat mengarahkan ahli diet untuk menyusun menu
sehari-hari, cara mengadakan variasi menu, dan cara pengolahan agar apa yang
disediakan dalam menu dapat memberikan manfaat optimal.
B. MACAM-MACAM ZAT GIZI
Zat gizi atau zat makanan dapat kita temukan dalam
makanan antara lain karbohidrat atau hidrat arang, protein atau zat putih
telur, lemak, vitamin, dan mineral. Zat-zat gizi itu merupakan suatu kelompok
ikatan-ikatan yang berbeda tetapi mempunyai fungsi yang sama. Adapun uraian
zat-zat gizi tersebut adalah sebagai
berikut.
1. Karbohidrat
Karbohidrat
terdiri dari unsur-unsur C, H, O (polyalkohol) adalah nama kelompok bagi
ikatan-ikatan organik yang mempunyai fungsi menghasilkan energi dan mempunyai
karakteristik sejenis. Karbohidrat yang
terdapat dalam makanan terdiri dari beberapa jenis, antara lain monosakarida,
disakarida, dan polisakarida. Mono dan disakarida terasa manis, sedangkan
polisakarida tidak mempunyai rasa (tawar).
Disakarida
dalam bahan makanan terdapat tiga jenis, yaitu sukrosa, maltosa, dan laktosa.
Sukrosa dan maltosa terdapat dalam bahan makanan nabati. Laktosa hanya dapat
ditemui dalam bahan makanan hewani, yakni jenis gula di dalam susu termasuk
susu ibu. Monosakarida di dalam bahan makanan mengandung lima atom karbon yang
disebut pentosa; enam karbon disebut triosa sedangkan yang mengandung tujuh
karbon disebut heptulosa. Namun monosa yang dapat dicerna hanya heksosa
sedangkan polisakarida yang terdiri atas molekul-molekul pentosa tidak dapat
dicerna didalam saluran gastrointestinal, sehingga tidak dapat diserap melalui
mukosa usus, dan diekskresikan di dalam tinja. Namun di dalam jaringan tubuh
terdapat molekul pentosa sebagai hasil metabolisme.
Dalam bahan makanan nabati
terdapat dua jenis polisakarida, yaitu dapat dicerna (tepung/amylum dan
dekstrin) dan tidak dapat dicerna (selulosa, pentosa, dan galaktan). Sedangkan dalam bahan makanan hewani hanya
memiliki polisakarida yang dapat dicerna, disebut glikogen.
2. Protein
Protein merupakan zat gizi yang sangat penting
karena paling erat hubungannya dengan proses-proses kehidupan. Semua hayat
hidup sel berhubungan dengan zat gizi protein.
1. Lemak
Lemak merupakan kumpulan ikatan-ikatan organik
dengan berbagai struktur molekul, namun
mempunyai karakteristik yang sama sehingga akan
larut dalam zat-zat pelarut tertentu dan mempunyai jalur metabolisme
yang sama.
2. Vitamin
Vitamin merupakan kumpulan dari berbagai zat atau
ikatan dengan struktur yang berbeda-beda, tetapi mempunyai jalur metabolisme yang
dalam garis besarnya sama. Vitamin dapat didefinisikan sebagai suatu zat gizi
yang diperlukan tubuh dalam jumlah tertentu. Ada vitamin yang harus didatangkan
dari luar, ada pula vitamin yang dapat dibuat dalam tubuh dari zat pendahulu,
yakni provitamin. Vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E, K.
vitamin yang larut dalam air adalah vitamin C, thiamin, riboflavin/ vitamin B2,
niacin, biotin, vitamin B5, folatin/asam folat, vitamin B12.
Vitamin-vitamin B-kompleks lain: choline, inositol, PABA (Para Amino Benzoic
Acid). Sedangkan vitamin yang masih kontroversial: asam pangamat/vitamin B15,
amygdaline/vitamin B17.
3. Mineral
Mineral dalam
tubuh kita berkisar antara 4% dan bahan makanan yang tertinggal menjadi kadar
abu, yakni sisa bahan makanan yang tertinggal dan terbakar denan sempurna.
Kadar abu inilah yang dapat menggambarkan banyaknya mineral yang tidak terbakar
menjadi zat yang menguap.
C. FUNGSI ZAT GIZI UNTUK TUBUH
Kita mengkonsumsi aneka jenis makanan yang terbuat
dari berbagai bahan makanan. Misalnya kue yang terbuat dari tepung ditambah
margarine dan dilengkapi gula sehingga terasa legit dan manis. Sepotong kue
yang kita makan itu tentu saja mengandung lemak (margarine), karbohidrat (tepung )serta protein (gula).
namun sepotong kue itu fungsinya hanya
sebagai makanan cemilan atau tambahan, sedangkan yang dimaksud dengan bahan
makanan utama atau pokok adalah
makanan yang merupakan sumber
energi atau sumber utama kalori yang dapat ditemukan dari karbohidrat.
Makanan yang dikonsumsi kemudian di dalam pencernaan
makanan itu diurai menjadi berbagai zat makanan atau zat gizi (nutrisi). Zat
makanan inilah yang diserap melalui dinding usus dan masuk ke dalam cairan
tubuh. Dengan demikian zat makanan itu memiliki fungsinya masing-masing, yakni:
- sebagai sumber energi,
- sebagai pendukung utama energi/tenaga
- sebagai pemelihara jaringan tubuh,
- sebagai pengatur metabolisme dan berbagai keseimbangan, dan
- sebagai antitoksin dan antibody yang berperan dalam mekanisme pertahan tubuh terhadap berbagai penyakit.
Jika makanan yang kita konsumsi sembarangan dalam
arti tidak memenuhi zat gizi yang dibutuhkan tubuh maka tubuh tidak akan mendapat zat-zat gizi itu.
Dengan demikian fungsi-fungsi itu akan menderita gangguan dan hambatan,
meliputi fungsi utama hingga ke
urutan paling bawah. Tubuh akan terasa
capek dan lemas sehingga malas untuk mengeluarkan energi. Oleh sebab itu,
sumber energi merupakan factor utama dalam
tubuh.
Pada dasarnya, fungsi penyokong pertumbuhan dan
pemeliharaan jaringan, adalah pembentukan sel baru atau bagian-bagiannya. Dalam
pertumbuhan sel-sel baru dibentuk dan ditambahkan dalam sel-sel yang telah ada.
Sedangkan dalam pemeliharaan jaringan dibentuk sel-sel baru untuk menggantikan
sel-sel lama yang telah rusak atau aus terpakai. Fungsi pertumbuhan ini
terdapat pada bayi dan anak-anak sebelum mencapai umur dewasa (20 tahun ke
bawah). Fungsi pemeliharaan jaringan berjalan bersamaan dengan fungsi
pertumbuhan, tetapi setelah fungsi pertumbuhan selesai, fungsi pemeliharaan
jaringan berjalan terus hingga tubuh tidak bernyawa lagi/meninggal.
Zat gizi sebagai pengatur metabolisme dilakukan melalui beberapa
mekanisme, yakni mekanisme langsung mempengaruhi dan mengatur sintesa berbagai
ikatan organic di dalam tubuh. Pengaturannya melalui system enzim yang diatur
oleh system hormon dan system syaraf. Dengan demikian, zat gizi sangat
diperlukan untuk mengatur semua system
itu.
Kondisi zat gizi
sangat mempengaruhi system pertahanan tubuh yang mekanismenya terdiri atas system seluler dan system
humoral. System seluler dilakukan oleh sel-sel, sedangakn system pertahanan
humoral dijalankan melalui badan-badan anti yang berbentuk protein.
Penggolongan
lain dari bahan makanan berdasarkan fungsinya dilihat dari zat gizi, adalah
sebagai berikut.
1.Zat gizi penghasil
energi, adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Sebagian besar penghasil
zat energi dihasilkan dari bahan makanan pokok, khususnya zat tepung (amylum)
dan serealia (padi).
2. Zat gizi pembangun sel yang paling utama adalah
protein, berarti bahan pangan lauk pauk tergolong dalam bahan makanan sumber
zat pembangun.
3. Zat gizi pengatur adalah
vitamin dan mineral, yakni sayuran dan buah-buahan.
Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber utama energi dari tiga
sumber utama energi (karbohidrat, lemak, dan protein). Karbon merupakan sumber
energi yang paling murah. Karbohidrat yang tidak dapat dicerna, memberikan
volume pada isi usus dan rangsangan mekanis yang terjadi, melancarkan gerak
peristaltik yang melancarkan aliran bubur makanan (chymus) melalui saluran
pencernaan serta memudahkan pembuangan tinja.
Penyakit karena ketidakseimbangan antara konsumsi
dan kebutuhan energi disebut penyakit kurang kalori dan protein (KKP), terutama
menyerang anak-anak yang sedang tumbuh dan orang dewasa yang kekurangan makan
secara menyeluruh. Penyakit ini terutama terjadi karena konsumsi bahan pangan
pokok beras yang tidak cukup memenuhi kebutuhan. Penyakit kegemukan/obesitas,
disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energi,
dimana konsumsi terlalu berlebihan dibandingkan dengan kebutuhan/pemakaian
energi. Sedangkan yang termasuk gangguan metabolisme karbohidrat ialah penyakit
gula/ diabetes mellitus. Lactose intolerance, dll.
Protein
Fungsi protein dalam tubuh sangat erat hubungannya
dengan hayat hidup sel. Setiap gerak hidup sel selalu bersangkutan dengan
fungsi protein. Protein struktural merupakan bagian integral dari mikrostruktur
sel. Fungsi protein sebagai zat pembangun, pertumbuhan dan pemeliharaan
jaringan, menggantikan sel-sel yang mati
dan aus terpakai sebagai protein struktural. Protein sebagai zat pengatur:
mengatur proses-proses metabolisme dalam bentuk enzim dan hormon. Protein
sebagai badan-badan anti, berfungsi dalam mekanisme pertahanan tubuh melawan
berbagai mikroba dan zat toksin lain yang datang dari luar dan masuk ke dalam
milieu interieur tubuh.
Penyakit gizi yang berhubungan dengan protein,
adalah marasmus dan kwashiorkor. Pada maraskus penderita sangat kurus (tinggal
kulit dan tulang). Berat badan penderita mencapai kurang dari 60% berat badan
standar bagi anak-anak sehat yang seumur. Di bawah kulit tidak terasa adanya
lapisan lemak dan kulit bagian pantat berlipat-lipat. Pada kwashiorkor,
penurunan berat badan tidak terlalu jauh, biasanya penurunan berat badan tidak
smapai di bawah 60% dari berat badan standar bagi umur yang sesuai. Penderita
kwashiorkor tampak apatis, tidak ada perhatian terhadap keadaan sekitarnya,
ekspresi mukanya tidak bersinar/redup, sering menangis dengan nada
menjengkelkan dalam waktu lama. Rambutnya halus dan jarang dengan pigmen
kurang, tidak berwarna hitam kelam.
Lemak
Fungsi lemak dalam tubuh sebagai cadangan energi
dalam bentuk jaringan lemak yang ditimbun di tempat-tempat tertentu dan sebagai
bantalan organ-organ tubuh tertentu yang memberikan fiksasi organ tersebut,
seperti biji mata dan ginjal. Jaringan di bawah kulit melindungi tubuh dari
hawa dingin, sedangkan pada wanita memberikan contours khas feminin, seperti
jaringan lemak di daerah bahu dan pantat.
Lemak sebagai salah satu zat gizi penghasil utama
energi, bila kekurangan konsumsi lemak akan mengurangi konsumsi kalori. Hal ini
tidak begitu penting karena bisa digantikan dengan zat lainnya.
Vitamin
Fungsi vitamin berhubungan erat dengan fungsi enzim
terutama vitamin-vitamin kelompok B. reaksi-reaksi biokimia di dalam tubuh
dijalankan dan diatur oleh enzim yang berperan sebagai katalisator. Apoemzim
yakni suatu enzim yang trdiri atas komponen protein yang dihasilkan oleh sel
ketika di sintesa apoemzim tidak aktif dan akan aktif bila berkonjugasi dengan
komponen nonprotein (ko-enzim). Ko-enzim dibuat di dalam tubuh dan mengandung
komponen yang disebut vitamin. Susunan lengkap apoemzim dan ko-enzim disebut
holoenzim dan holoenzimlah yang mempunyai aktifitas sebagai biokatalisator.
Tubuh kita memerlukan berbagai vitamin dalam jumlah
yang dibutuhkan. Bila terlalu banyak mengkonsumsi vitamin maka akan terjadi
gejala-gejala yang merugikan, disebut hypervitaminosis. Begitu pula bila kita
kekurangan vitamin akan timbul gejala-gejala yang merugikan. Jika gejalanya
belum tampak disebut kondisi hypovitaminosis, sedangkan bila gejalanya tampak
disebut avitaminosis.
Vitamin A
Fungsi vitamin A dalam tubuh, adalah:
1.Fungsi dalam proses melihat
2.Fungsi dalam metabolisma umum
3.Fungsi dalam proses reproduksi
VitaminD
Vitamin D adalah satu-satunya vitamin yang diketahui
berfungsi sebagai prohormon. Vitamin D dapat melaksanakan tugasnya diperlukan
kondisi hati dan ginjal yang sehat. Efek kegiatan vitamin D antara lain:
1.Meningkatkan absorpsi Ca dan fosfat di dalam usus.
2.Mendorong pembentukan garam-garam Ca dalam
jaringan yang memerlukannya.
3.Berpengaruh meningkatkan resporpsi fosfat di dalam
tubuli ginjal, sehingga meningkatkan kondisi konsetrasi Ca dan fosfat di dalam
jaringan untuk sintesa garam Ca fosfat.
Penyakit yang ditimbulkan karena kekurangan vitamin
D adalah rakhitis (rickets/ penyakit Inggris). Disebabkan karena kurangnya
sinar matahari. Konsumsi berlebihan vitamin D mengakibatkan gejala
hypervitaminosis D. Kondisi ini terjadi pada anak yang berlebihan mendaptkan
tetesan minyak ikan dalam jangka waktu lama.
Vitamin E
Fungsi vitamin E dapat dikelompokkan berdasarkan dua
sifat:
1.Berhubungan dengan sifatnya sebagai antioksidans
alamiah.
2.Berdasarkan dengan metabolisme selenium.
Kedua fungsi dasar vitamin D berkaitan dengan
perlindungan sel terhadap daya gestruktif peroksida di dalam jaringan.
Gejala-gejala yang ditimbulkan pada defisien
vitamin E menunjukkan bahwa fungsi vitamin E berhubungan dengan
kesehatan otak, sistem pembuluh darah, sel-sel darah merah, susunan otot
skelet, jantung, hati dan gonad juga menghindarkan timbulnya kondisi lemak
kuning.
Vitamin K
Vitmain K berfungsi dalam proses sintesa
prothrombine yang diperlukan dalam pembekuan darah, sebagai pentranspor
elektron di dalam proses redoks di dalam jaringan (sel). Pada defisiensi
vitamin K terjadi kekurangan produksi ATP karena sintesa ATP berkaitan dengan
proses redoks tersebut.
Vitamin K tidak dapat disintesa oleh tubuh tetapi
suplai vitamin K bagi tubuh berasal dari bahan makanan dan dari sintesa oleh
mokroflora usus yang menghasilkan menaquinone. Untuk menyerapan vitamin K
diperlukan garam empedu dan lemak dalam hindangan yang berfungsi sebagai
transport carrier bagi vitamin K tersebut.
Vitamin C
Fungsi vitamin C dalam tubuh berkaitan dengan sifat
alamiahnya sebagai anti oksidans. Vitamin C berperan serta dalam banyak proses
metabolisme yang berlangsung dalam jaringan tubuh.
Fungsi fisiologis:
1.Kesehatan substanti matriks jaringan ikat.
2.Integritas epitel melalui kesehatan zat perekat
antarsel
3.Mekanisma immunitas dalam rangka daya tahan tubuh
terhadap berbagai serangan penyakit dan
toksin.
4.Kesehatan epithol pembuluh darah.
5.Penurunan kadar kolesterol.
6.Diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi.
Thiamin/Vitamin B1
Thiamin atau vitamin B1 adalah anggota
pertama dari kelompok vitamin B-Kompleks. Vitamin B1 larut dalam
air, tidak larut dalam minyak dan dalam zat-zat pelarut lemak. Stabil terhadap
pemanasan pada pH asam tetapi terurai pada suasana basa/netral. Fungsi thiamin
dalam tubuh berkaitan dengan metabolisme karbohidrat dalam menghasilkan energi.
Dengan demikian, kebutuhan tubuh akan thiamin dikaitkan dengan jumlah total
energi yang dikonsumsi.
Pyridoxin
Pyridoxin berfungsi sebagai komponen dari suatu
ko-enzim pyridoksal-5 phosphate. Ko-enzim ini berperan dalam banyak sekali
enzim yang berhubungan dengan metabolisme protein, dan lain-lain.
Pada manusia defisiensi pyridoxin sukar timbul,
sehingga diperlukan susunan hidangan yang defisiensi pyridoxin dan harus diberi
antivitaminnya.
Biotin
Biotin berfungsi sebagai komponen suatu ko-enzim.
Biotin berperan dalam enzim karboksilase yang menambahkan gugusan karboksil
pada suatu ikatan organik dengan pertolongan ATP dan Co-enzim A (Co-A).
Asam Pantothenat/ Vitamin B5
Vitamin ini berbentuk minyak pekat berwarna kuning
pucat yang larut dalam air dan tidak larut dalam minyak serta zat-zat pelarut
lemak (benzene, chloroform). Asam pantothenat rusak oleh pengaruh asam, basa,
dan pemanasan.
Asam Fosfat/ Folacin
Dalam tubuh manusia asam folat berperan dalam
hematopolesis. Vitamin ini dibutuhkan untuk menghindari anemia. Pada defisiensi
asam folat terjadi hambatan sintesa DNA yang berakibat terjadinya prekursor
erythrocyte megaloblastik. Metabolisme asam folat sangat erat berhubungan
dengan vitamin B12 dan asam askorbat (vitamin C).
Kekurangan asam folat akan menyebabkan anemia
megaloblastik di dalam sumsum tulang dan makrocytic di dalam darah perifer
disertai leucopenia.
Vitamin B12/ Cynocobalamine
Fungsi vitamin B12 sangat erat
hubungannya dengan fungsi asam folat dalam sintesa nucleoprotein. Defisiensi
salah satu/ kedua vitamin sekaligus menyebabkan anemia makrocytik
megaloblastik.
Vitamin B-Kompleks lain
Choline
Choline merupakan komponen dari beberapa ikatan organik
penting dalam tubuh, diantaranya acetylcholine yakni suatu ikatan
neurotransmitter yang merupakan rangsangan sarat sejenis hormon jaringan.
Inositol dan PABA
Kedua vitamin ini belum jelas manfaatnya dalam tubuh
manusia dan dapat dipastikan belum ada kelainan yang diakibatkan oleh kedua
vitamin ini.
Vitamin yang masih kontroversial
Asam pangamat/ vitamin B15 dan
amygdaline/vitamin 17
Fungsi vitamin B15 dalam metabolisme
tubuh belum jelas dan kebutuhannya pun belum diketahui.begitu pula vitamin B17
baru dianjurkan perkiraan fungsinya dalam daya tahan tubuh terhadap jenis
kanker tertentu.
Mineral
- Zat kapur (Ca) dan fosfat (P) sebagian unsurnya
terdapat sebagai garam calsium fosfat didalam jaringan keras tubuh, ialah
tulang dan gigi geligi, memberikan sifat keras pada kedua jenis jaringan
tersebut. Dari 1200 gram Ca yang terdapat di dalam tubuh, sekitar 90% terdapat
di dalam jaringan keras (tulang dan gigi). Sedangkan jaringan lunak hanya
mengandung 10%. Mineral fosfat 80% terdapat dalam jaringan keras dan 20% di
dalam jaringan lunak, terutama sebagai gugusan asam fosfat. Kadar P di dalam
tubuh sekitar 8% berat badan.
- Na erat hubungannya dalam memenuhi fungsinya di
dalam tubuh. Kedua elemen ini berfungsi dalam keseimbangan air dan elektrolit
(asam-basa) di dalam sel maupun cairan ekstraseluler dan plasma darah Na
terdapat dalam cairan ekstaseluler, sedangkan K dalam cairan instaseluler.
Na ialah satu-satunya elemen yang biasa dikonsumsi
dalam bentuk garam murni/ garam dapur. Konsumsi garam ini rata-rata 15
gram/hari. Di dalam tubuh terdapat Na sebanyak 0,15% dari berat badan,
sedangkan K 0,35% atau 2 ½ kali lebih banyak dibandingkan dengan Na. Na dan K
mempunyai berbagai fungsi, antara lain:
Dalam mempertahankan keseimbangan air,
mempertahankan tekanan osmose, mempertahankan keseimbangan asam-basa dan
mekanisme sodium pump.
-
Zat belerang merupakan komponen dari beberapa jenis zat gizi yang
esensial, seperti asam amino dan vitamin B
. kebutuhan zat belerang bagi
tubuh selalu dapat terpenuhi didalam bahan makanan. Belerang di dalam bahan
makanan terdapat sebagai komponen phospholipids.
-
Zat fluor (F) merupakan zat gizi mineral yang diperlukan tubuh. Zat ini
terdapat sebagai komponen dari jaringan keras tulang dan gigi. Terutama gigi
memerlukan zat fluor bagi kesehatannya, melindungi dentim dan email dari
serangan caries dentis. Kekurangan zat fluor menyebabkan dentim dan email mudah
menjadi rusak membusuk dan berlubang, disebut caries dentis.
-
Zat yodium (J) merupakan zat
gizi esensial bagi tubuh karena merupakan komponen dari hormone Thyroxin. Zat
yodium dikonsentrasikan di dalam kelenjar gondok untuk digunakan dalam sintesa
hormone Thyroxin. Hormone ini ditimbun dalam folikel kelenjar gondok,
terkonjugasi dengan protein, disebut Thyroglobulin atau disebut penyakit
gondok. Sebaliknya kebanyakan zat yodium akan mengakibatkan gejala-gejala pada
kulit, disebut yodium dermatitis.
-
Zat chlor berbentuk gas berwarna biru kehijauan dan bersifat
racunkeras. Chlor dikonsumsi dalam bentuk garam dapur (NaCl). Chlor diekskresikan
dalam lambung dan berfungsi membantu dalam pencernaan protein oleh pepsine.
Bila orang menderita muntah-muntah akan terbuang banyak air yang mengandung HCl
dan mungkin terjadi dehidrasi dengan alkalosis karena badan banyak kehilangan
asam HCl.
-
Zat besi (Fe) terutama diperlukan dalam hemopobesis (pembentukan darah)
dalam sintesa hemoglobin (Hb) dan berbagai jenis enzim memerlukan Fe sebagai
factor penggiat.
-
Zat tembaga (Cu) merupakan
komponen dari beberapa jenis enzim dalam system erythropoetik, pembentukan
tulang, dan reaksi redoks. Tubuh manusia mengandung sekitar 100-150 mg Cu yang
tersebar diberbagai jaringan. Hati, otot, dan susunan syaraf pusat (ssp)
mengandung Cu kadar tinggi. Darah
lengkap mengandung 100 mg/dl Cu, terbagi rata dalam plasma dan erythrocit.
-
Zat magnesium (Mg) merupakan unsure esensial bagi tubuh dan tubuh
mengandung unsure ini sebanyak 25 gram. Kebutuhan Mg bagi tubuh kita belum
jelas benar, tetapi konsumsi sebanyak 250 mg/hari dianggap sudah memenuhi
keperluan bagi seorang dewasa. Diperkirakan bahwa kebutuhan unsur Mg bagi bayi
dan anak-anak sebanyak 150 mg/hari, sedangkan bagi ibu hamil atau menyusui 400 mg/hari.
-
Unsur Molybdenium (Mo) terdapat dalam bahan makanan nabati maupun
hewani meski jumlahnya sangat sedikit. Unsure Mo diperlukan bagi fungsi
berbagai enzim, baik dalam jaringan tumbuhan maupun hewan dan mikroorganisme.
Bahan makanansumber unsure Mo adalah kacang-kacangan, serealia, sayuran daun
berwarna hijau dan organ dalam binatang ternak.
-
Elemen seng (Zn) merupakan ttrace elemen yang esensial bagitubuh. Tubuh
manusia dewasa mengandung sekitar 2 mg
Zn, tersebar luas dalam berbagai jaringan dengan konsetrasi sangat bervariasi,
sebesar 10-200 mikrogram per ggram jaringan basah. Pancreas mengandung Zn
dengan kadar 20-30 micG per gram. Sedangakn jaringan hati, otot skelet dan
jaringan tulang mengandung kadar 60-180
micG per gram jaringan basah.
-
Unsure selenium (Se) merupakan
trace elemen yang esensial bagi tubuh manusia. Terdapat interelasi antara
metabolisma dan fungsi Se dengan vitamin E.
No comments:
Post a Comment