Wednesday, 24 August 2016

Pengertian dan Jenis-Jenis Zat Gizi

A.    PENGERTIAN ZAT GIZI
Makanan yang kita makan setiap hari belum tentu sudah memenuhi gizi yang dibutuhkan tubuh. Apakah kita sering memperhatikan kandungan gizi yang terdapat dalam bahan makanan yang kita makan? Apakah kandungan gizi itu sangat penting dan diperlukan tubuh? Bagaimana dengan penyajian dan pengolahan makanan yang kita konsumsi selama ini? Dan apakah makanan mewah atau mahal sudah dapat menjamin memenuhi kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh? Begitu banyak pertanyaan yang muncul berkaitan dengan gizi makanan.
            Untuk memenuhi gizi yang diperlukan tubuh,  tidak perlu membeli makanan yang mahal, enak, dan mewah. Karena makanan yang enak atau mahal belum tentu dapat memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan tubuh. Makanan bergizi tidak selalu harus mahal atau dengan sajian dan hiasan mewah, kita dapat membuatnya sendiri dengan lebih sederhana namun memenuhi kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu, peranan ilmu gizi sangat penting untuk diketahui bagi kita dan masyarakat luas. Dengan mengetahui ilmu gizi kita akan memahami kegunaan dan fungsi zat gizi bagi tubuh.
            Ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan bahan gizi, sumber bahan makanan, dan fungsi, cara kerja serta metabolisme bahan gizi. Di samping itu, kita dapat mengetahui hubungan bahan gizi dengan kesehatan serta akibat kekurangan atau kelebihan zat gizi.
            Zat-zat yang ada dalam makanan disebut zat gizi atau zat makanan. Zat makanan itu antara lain karbohidrat/hidrat arang, protein atau zat putih telur, lemak, vitamin dan mineral. Bahan-bahan gizi ini diperlukan untuk memenuhi dua kebutuhan utama, yaitu sebagai sumber energi dan sebagai sumber zat-zat untuk pembentukan komponen sel serta mempertahankan fungsi sel.
Pada umumnya organisme hidup memerlukan sejumlah senyawa anorganik serta senyawa karbon dan nitrogen. Namun kebutuhan gizi pada masing-masing organisme hidup itu berbeda-beda. Seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan tidak memerlukan vitamin dan protein. Karena tumbuhan dapat membuat vitamin dan protein dari senyawa-senyawa kimia sederhana, seperti karbondioksida, air, dan amonia. Senyawa untuk kedua macam fungsi yang   tidak dapat dibuat sendiri,  dinamakan zat gizi esensial untuk organisme itu. Ini berarti bahwa zat gizi untuk hewan tingkat tinggi dan manusia berbeda dari zat gizi untuk tumbuhan-tumbuhan dan mikro-organisme karena mereka memerlukan senyawa-senyawa yang lebih kompleks di dalam makanannya dan jumlah kalori yang lebih banyak untuk pergerakan ototnya. Mereka tergantung pula pada tumbuh-tumbuhan dan hewan lain untuk memenuhi kebutuhannya karena vitamin, asam amino dan asam lemak tertentu tidak dapat dibuat oleh manusia dan hewan tingkat tinggi. Zat yang esensial bagi manusia dan hewan tingkat tinggi  harus terdapat dalam makannya yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan lain, seperti susu dan telur.
            Begitu pula dengan bahan gizi untuk hewan tingkat tinggi dan manusia pun berbeda dalam berbagai aspek, seperti cara pengolahan dan penyediaan makanan harus diperhatikan. Karena berhubungan dengan sistem pencernaan manusia yang berbeda dengan sistem pencernaan hewan. Dalam ilmu gizi pun dipelajari cara pencernaan, pengolahan, dan penyediaan bahan makanan yang disesuaikan dengan selera, adat istiadat, dan kebiasaan serta kesukaan pada saat-saat tertentu dalam kehidupan seseorang.  Untuk menanggulangi permasalahan tersebut ahli gizi dapat mengarahkan ahli diet untuk menyusun menu sehari-hari, cara mengadakan variasi menu, dan cara pengolahan agar apa yang disediakan dalam menu dapat memberikan manfaat optimal.

B.     MACAM-MACAM ZAT GIZI
Zat gizi atau zat makanan dapat kita temukan dalam makanan antara lain karbohidrat atau hidrat arang, protein atau zat putih telur, lemak, vitamin, dan mineral. Zat-zat gizi itu merupakan suatu kelompok ikatan-ikatan yang berbeda tetapi mempunyai fungsi yang sama. Adapun uraian zat-zat  gizi tersebut adalah sebagai berikut.
1.      Karbohidrat
 Karbohidrat terdiri dari unsur-unsur C, H, O (polyalkohol) adalah nama kelompok bagi ikatan-ikatan organik yang mempunyai fungsi menghasilkan energi dan mempunyai karakteristik sejenis.  Karbohidrat yang terdapat dalam makanan terdiri dari beberapa jenis, antara lain monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Mono dan disakarida terasa manis, sedangkan polisakarida tidak mempunyai rasa (tawar).
            Disakarida dalam bahan makanan terdapat tiga jenis, yaitu sukrosa, maltosa, dan laktosa. Sukrosa dan maltosa terdapat dalam bahan makanan nabati. Laktosa hanya dapat ditemui dalam bahan makanan hewani, yakni jenis gula di dalam susu termasuk susu ibu. Monosakarida di dalam bahan makanan mengandung lima atom karbon yang disebut pentosa; enam karbon disebut triosa sedangkan yang mengandung tujuh karbon disebut heptulosa. Namun monosa yang dapat dicerna hanya heksosa sedangkan polisakarida yang terdiri atas molekul-molekul pentosa tidak dapat dicerna didalam saluran gastrointestinal, sehingga tidak dapat diserap melalui mukosa usus, dan diekskresikan di dalam tinja. Namun di dalam jaringan tubuh terdapat  molekul pentosa  sebagai hasil metabolisme.
Dalam bahan makanan nabati terdapat dua jenis polisakarida, yaitu dapat dicerna (tepung/amylum dan dekstrin) dan tidak dapat dicerna (selulosa, pentosa, dan galaktan).  Sedangkan dalam bahan makanan hewani hanya memiliki polisakarida yang dapat dicerna, disebut glikogen.

2.      Protein
Protein merupakan zat gizi yang sangat penting karena paling erat hubungannya dengan proses-proses kehidupan. Semua hayat hidup sel berhubungan dengan zat gizi protein.

1.      Lemak
Lemak merupakan kumpulan ikatan-ikatan organik dengan berbagai struktur molekul,  namun mempunyai karakteristik yang sama sehingga akan  larut dalam zat-zat pelarut tertentu dan mempunyai jalur metabolisme yang  sama.

2.      Vitamin
Vitamin merupakan kumpulan dari berbagai zat atau ikatan dengan struktur yang berbeda-beda, tetapi mempunyai jalur metabolisme yang dalam garis besarnya sama. Vitamin dapat didefinisikan sebagai suatu zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah tertentu. Ada vitamin yang harus didatangkan dari luar, ada pula vitamin yang dapat dibuat dalam tubuh dari zat pendahulu, yakni provitamin. Vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E, K. vitamin yang larut dalam air adalah vitamin C, thiamin, riboflavin/ vitamin B2, niacin, biotin, vitamin B5, folatin/asam folat, vitamin B12. Vitamin-vitamin B-kompleks lain: choline, inositol, PABA (Para Amino Benzoic Acid). Sedangkan vitamin yang masih kontroversial: asam pangamat/vitamin B15, amygdaline/vitamin B17.

3.      Mineral
 Mineral dalam tubuh kita berkisar antara 4% dan bahan makanan yang tertinggal menjadi kadar abu, yakni sisa bahan makanan yang tertinggal dan terbakar denan sempurna. Kadar abu inilah yang dapat menggambarkan banyaknya mineral yang tidak terbakar menjadi zat yang menguap.

C.     FUNGSI ZAT GIZI UNTUK TUBUH
Kita mengkonsumsi aneka jenis makanan yang terbuat dari berbagai bahan makanan. Misalnya kue yang terbuat dari tepung ditambah margarine dan dilengkapi gula sehingga terasa legit dan manis. Sepotong kue yang kita makan itu tentu saja mengandung lemak (margarine),  karbohidrat (tepung )serta protein (gula). namun sepotong kue itu  fungsinya hanya sebagai makanan cemilan atau tambahan, sedangkan yang dimaksud dengan bahan makanan utama atau pokok adalah   makanan  yang merupakan sumber energi atau sumber utama kalori yang dapat ditemukan dari karbohidrat.
Makanan yang dikonsumsi kemudian di dalam pencernaan makanan itu diurai menjadi berbagai zat makanan atau zat gizi (nutrisi). Zat makanan inilah yang diserap melalui dinding usus dan masuk ke dalam cairan tubuh. Dengan demikian zat makanan itu memiliki fungsinya masing-masing, yakni:
  1. sebagai sumber energi,
  2. sebagai pendukung utama energi/tenaga
  3. sebagai pemelihara jaringan tubuh,
  4. sebagai pengatur metabolisme dan berbagai keseimbangan, dan
  5. sebagai antitoksin dan antibody yang berperan dalam mekanisme pertahan tubuh terhadap berbagai penyakit.
Jika makanan yang kita konsumsi sembarangan dalam arti tidak memenuhi zat gizi yang dibutuhkan tubuh maka  tubuh tidak akan mendapat zat-zat gizi itu. Dengan demikian fungsi-fungsi itu akan menderita gangguan dan hambatan, meliputi fungsi  utama hingga ke urutan   paling bawah. Tubuh akan terasa capek dan lemas sehingga malas untuk mengeluarkan energi. Oleh sebab itu, sumber energi merupakan factor utama dalam  tubuh.
Pada dasarnya, fungsi penyokong pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan, adalah pembentukan sel baru atau bagian-bagiannya. Dalam pertumbuhan sel-sel baru dibentuk dan ditambahkan dalam sel-sel yang telah ada. Sedangkan dalam pemeliharaan jaringan dibentuk sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel lama yang telah rusak atau aus terpakai. Fungsi pertumbuhan ini terdapat pada bayi dan anak-anak sebelum mencapai umur dewasa (20 tahun ke bawah). Fungsi pemeliharaan jaringan berjalan bersamaan dengan fungsi pertumbuhan, tetapi setelah fungsi pertumbuhan selesai, fungsi pemeliharaan jaringan berjalan terus hingga tubuh tidak bernyawa lagi/meninggal.
Zat gizi sebagai pengatur  metabolisme dilakukan melalui beberapa mekanisme, yakni mekanisme langsung mempengaruhi dan mengatur sintesa berbagai ikatan organic di dalam tubuh. Pengaturannya melalui system enzim yang diatur oleh system hormon dan system syaraf. Dengan demikian, zat gizi sangat diperlukan untuk mengatur  semua system itu.
Kondisi zat gizi  sangat mempengaruhi system pertahanan tubuh yang mekanismenya  terdiri atas system seluler dan system humoral. System seluler dilakukan oleh sel-sel, sedangakn system pertahanan humoral dijalankan melalui badan-badan anti yang berbentuk protein.
 Penggolongan lain dari bahan makanan berdasarkan fungsinya dilihat dari zat gizi, adalah sebagai berikut.
1.Zat gizi penghasil  energi, adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Sebagian besar penghasil zat energi dihasilkan dari bahan makanan pokok, khususnya zat tepung (amylum) dan serealia (padi).
2. Zat gizi pembangun sel yang paling utama adalah protein, berarti bahan pangan lauk pauk tergolong dalam bahan makanan sumber zat pembangun.
3.      Zat gizi pengatur adalah vitamin dan mineral, yakni sayuran dan buah-buahan.   

Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber utama energi dari tiga sumber utama energi (karbohidrat, lemak, dan protein). Karbon merupakan sumber energi yang paling murah. Karbohidrat yang tidak dapat dicerna, memberikan volume pada isi usus dan rangsangan mekanis yang terjadi, melancarkan gerak peristaltik yang melancarkan aliran bubur makanan (chymus) melalui saluran pencernaan serta memudahkan pembuangan tinja.
Penyakit karena ketidakseimbangan antara konsumsi dan kebutuhan energi disebut penyakit kurang kalori dan protein (KKP), terutama menyerang anak-anak yang sedang tumbuh dan orang dewasa yang kekurangan makan secara menyeluruh. Penyakit ini terutama terjadi karena konsumsi bahan pangan pokok beras yang tidak cukup memenuhi kebutuhan. Penyakit kegemukan/obesitas, disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energi, dimana konsumsi terlalu berlebihan dibandingkan dengan kebutuhan/pemakaian energi. Sedangkan yang termasuk gangguan metabolisme karbohidrat ialah penyakit gula/ diabetes mellitus. Lactose intolerance, dll.

Protein
Fungsi protein dalam tubuh sangat erat hubungannya dengan hayat hidup sel. Setiap gerak hidup sel selalu bersangkutan dengan fungsi protein. Protein struktural merupakan bagian integral dari mikrostruktur sel. Fungsi protein sebagai zat pembangun, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan, menggantikan  sel-sel yang mati dan aus terpakai sebagai protein struktural. Protein sebagai zat pengatur: mengatur proses-proses metabolisme dalam bentuk enzim dan hormon. Protein sebagai badan-badan anti, berfungsi dalam mekanisme pertahanan tubuh melawan berbagai mikroba dan zat toksin lain yang datang dari luar dan masuk ke dalam milieu interieur tubuh.
Penyakit gizi yang berhubungan dengan protein, adalah marasmus dan kwashiorkor. Pada maraskus penderita sangat kurus (tinggal kulit dan tulang). Berat badan penderita mencapai kurang dari 60% berat badan standar bagi anak-anak sehat yang seumur. Di bawah kulit tidak terasa adanya lapisan lemak dan kulit bagian pantat berlipat-lipat. Pada kwashiorkor, penurunan berat badan tidak terlalu jauh, biasanya penurunan berat badan tidak smapai di bawah 60% dari berat badan standar bagi umur yang sesuai. Penderita kwashiorkor tampak apatis, tidak ada perhatian terhadap keadaan sekitarnya, ekspresi mukanya tidak bersinar/redup, sering menangis dengan nada menjengkelkan dalam waktu lama. Rambutnya halus dan jarang dengan pigmen kurang, tidak berwarna hitam kelam.

Lemak
Fungsi lemak dalam tubuh sebagai cadangan energi dalam bentuk jaringan lemak yang ditimbun di tempat-tempat tertentu dan sebagai bantalan organ-organ tubuh tertentu yang memberikan fiksasi organ tersebut, seperti biji mata dan ginjal. Jaringan di bawah kulit melindungi tubuh dari hawa dingin, sedangkan pada wanita memberikan contours khas feminin, seperti jaringan lemak di daerah bahu dan pantat.
Lemak sebagai salah satu zat gizi penghasil utama energi, bila kekurangan konsumsi lemak akan mengurangi konsumsi kalori. Hal ini tidak begitu penting karena bisa digantikan dengan zat lainnya.

Vitamin
Fungsi vitamin berhubungan erat dengan fungsi enzim terutama vitamin-vitamin kelompok B. reaksi-reaksi biokimia di dalam tubuh dijalankan dan diatur oleh enzim yang berperan sebagai katalisator. Apoemzim yakni suatu enzim yang trdiri atas komponen protein yang dihasilkan oleh sel ketika di sintesa apoemzim tidak aktif dan akan aktif bila berkonjugasi dengan komponen nonprotein (ko-enzim). Ko-enzim dibuat di dalam tubuh dan mengandung komponen yang disebut vitamin. Susunan lengkap apoemzim dan ko-enzim disebut holoenzim dan holoenzimlah yang mempunyai aktifitas sebagai biokatalisator.
Tubuh kita memerlukan berbagai vitamin dalam jumlah yang dibutuhkan. Bila terlalu banyak mengkonsumsi vitamin maka akan terjadi gejala-gejala yang merugikan, disebut hypervitaminosis. Begitu pula bila kita kekurangan vitamin akan timbul gejala-gejala yang merugikan. Jika gejalanya belum tampak disebut kondisi hypovitaminosis, sedangkan bila gejalanya tampak disebut avitaminosis.

Vitamin A
Fungsi vitamin A dalam tubuh, adalah:
1.Fungsi dalam proses melihat
2.Fungsi dalam metabolisma umum
3.Fungsi dalam proses reproduksi

VitaminD
Vitamin D adalah satu-satunya vitamin yang diketahui berfungsi sebagai prohormon. Vitamin D dapat melaksanakan tugasnya diperlukan kondisi hati dan ginjal yang sehat. Efek kegiatan vitamin D antara lain:
1.Meningkatkan absorpsi Ca dan fosfat di dalam usus.
2.Mendorong pembentukan garam-garam Ca dalam jaringan yang memerlukannya.
3.Berpengaruh meningkatkan resporpsi fosfat di dalam tubuli ginjal, sehingga meningkatkan kondisi konsetrasi Ca dan fosfat di dalam jaringan untuk sintesa garam Ca fosfat.
Penyakit yang ditimbulkan karena kekurangan vitamin D adalah rakhitis (rickets/ penyakit Inggris). Disebabkan karena kurangnya sinar matahari. Konsumsi berlebihan vitamin D mengakibatkan gejala hypervitaminosis D. Kondisi ini terjadi pada anak yang berlebihan mendaptkan tetesan minyak ikan dalam jangka waktu lama.

Vitamin E
Fungsi vitamin E dapat dikelompokkan berdasarkan dua sifat:
1.Berhubungan dengan sifatnya sebagai antioksidans alamiah.
2.Berdasarkan dengan metabolisme selenium.
Kedua fungsi dasar vitamin D berkaitan dengan perlindungan sel terhadap daya gestruktif peroksida di dalam jaringan. Gejala-gejala yang ditimbulkan pada defisien  vitamin E menunjukkan bahwa fungsi vitamin E berhubungan dengan kesehatan otak, sistem pembuluh darah, sel-sel darah merah, susunan otot skelet, jantung, hati dan gonad juga menghindarkan timbulnya kondisi lemak kuning.

Vitamin K
Vitmain K berfungsi dalam proses sintesa prothrombine yang diperlukan dalam pembekuan darah, sebagai pentranspor elektron di dalam proses redoks di dalam jaringan (sel). Pada defisiensi vitamin K terjadi kekurangan produksi ATP karena sintesa ATP berkaitan dengan proses redoks tersebut.
Vitamin K tidak dapat disintesa oleh tubuh tetapi suplai vitamin K bagi tubuh berasal dari bahan makanan dan dari sintesa oleh mokroflora usus yang menghasilkan menaquinone. Untuk menyerapan vitamin K diperlukan garam empedu dan lemak dalam hindangan yang berfungsi sebagai transport carrier bagi vitamin K tersebut.

Vitamin C
Fungsi vitamin C dalam tubuh berkaitan dengan sifat alamiahnya sebagai anti oksidans. Vitamin C berperan serta dalam banyak proses metabolisme yang berlangsung dalam jaringan tubuh.
Fungsi fisiologis:
1.Kesehatan substanti matriks jaringan ikat.
2.Integritas epitel melalui kesehatan zat perekat antarsel
3.Mekanisma immunitas dalam rangka daya tahan tubuh terhadap berbagai serangan penyakit  dan toksin.
4.Kesehatan epithol pembuluh darah.
5.Penurunan kadar kolesterol.
6.Diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

Thiamin/Vitamin B1
Thiamin atau vitamin B1 adalah anggota pertama dari kelompok vitamin B-Kompleks. Vitamin B1 larut dalam air, tidak larut dalam minyak dan dalam zat-zat pelarut lemak. Stabil terhadap pemanasan pada pH asam tetapi terurai pada suasana basa/netral. Fungsi thiamin dalam tubuh berkaitan dengan metabolisme karbohidrat dalam menghasilkan energi. Dengan demikian, kebutuhan tubuh akan thiamin dikaitkan dengan jumlah total energi yang dikonsumsi.

Pyridoxin
Pyridoxin berfungsi sebagai komponen dari suatu ko-enzim pyridoksal-5 phosphate. Ko-enzim ini berperan dalam banyak sekali enzim yang berhubungan dengan metabolisme protein, dan lain-lain.
Pada manusia defisiensi pyridoxin sukar timbul, sehingga diperlukan susunan hidangan yang defisiensi pyridoxin dan harus diberi antivitaminnya.

Biotin
Biotin berfungsi sebagai komponen suatu ko-enzim. Biotin berperan dalam enzim karboksilase yang menambahkan gugusan karboksil pada suatu ikatan organik dengan pertolongan ATP dan Co-enzim A (Co-A).

Asam Pantothenat/ Vitamin B5
Vitamin ini berbentuk minyak pekat berwarna kuning pucat yang larut dalam air dan tidak larut dalam minyak serta zat-zat pelarut lemak (benzene, chloroform). Asam pantothenat rusak oleh pengaruh asam, basa, dan pemanasan.

Asam Fosfat/ Folacin
Dalam tubuh manusia asam folat berperan dalam hematopolesis. Vitamin ini dibutuhkan untuk menghindari anemia. Pada defisiensi asam folat terjadi hambatan sintesa DNA yang berakibat terjadinya prekursor erythrocyte megaloblastik. Metabolisme asam folat sangat erat berhubungan dengan vitamin B12 dan asam askorbat (vitamin C).
Kekurangan asam folat akan menyebabkan anemia megaloblastik di dalam sumsum tulang dan makrocytic di dalam darah perifer disertai leucopenia.

Vitamin B12/ Cynocobalamine
Fungsi vitamin B12 sangat erat hubungannya dengan fungsi asam folat dalam sintesa nucleoprotein. Defisiensi salah satu/ kedua vitamin sekaligus menyebabkan anemia makrocytik megaloblastik.

Vitamin B-Kompleks lain
Choline
Choline merupakan komponen dari beberapa ikatan organik penting dalam tubuh, diantaranya acetylcholine yakni suatu ikatan neurotransmitter yang merupakan rangsangan sarat sejenis hormon jaringan.

Inositol dan PABA
Kedua vitamin ini belum jelas manfaatnya dalam tubuh manusia dan dapat dipastikan belum ada kelainan yang diakibatkan oleh kedua vitamin ini.

Vitamin yang masih kontroversial
Asam pangamat/ vitamin B15 dan amygdaline/vitamin 17
Fungsi vitamin B15 dalam metabolisme tubuh belum jelas dan kebutuhannya pun belum diketahui.begitu pula vitamin B17 baru dianjurkan perkiraan fungsinya dalam daya tahan tubuh terhadap jenis kanker tertentu.

Mineral
- Zat kapur (Ca) dan fosfat (P) sebagian unsurnya terdapat sebagai garam calsium fosfat didalam jaringan keras tubuh, ialah tulang dan gigi geligi, memberikan sifat keras pada kedua jenis jaringan tersebut. Dari 1200 gram Ca yang terdapat di dalam tubuh, sekitar 90% terdapat di dalam jaringan keras (tulang dan gigi). Sedangkan jaringan lunak hanya mengandung 10%. Mineral fosfat 80% terdapat dalam jaringan keras dan 20% di dalam jaringan lunak, terutama sebagai gugusan asam fosfat. Kadar P di dalam tubuh sekitar 8% berat badan.
- Na erat hubungannya dalam memenuhi fungsinya di dalam tubuh. Kedua elemen ini berfungsi dalam keseimbangan air dan elektrolit (asam-basa) di dalam sel maupun cairan ekstraseluler dan plasma darah Na terdapat dalam cairan ekstaseluler, sedangkan K dalam cairan instaseluler.
Na ialah satu-satunya elemen yang biasa dikonsumsi dalam bentuk garam murni/ garam dapur. Konsumsi garam ini rata-rata 15 gram/hari. Di dalam tubuh terdapat Na sebanyak 0,15% dari berat badan, sedangkan K 0,35% atau 2 ½ kali lebih banyak dibandingkan dengan Na. Na dan K mempunyai berbagai fungsi, antara lain:
Dalam mempertahankan keseimbangan air, mempertahankan tekanan osmose, mempertahankan keseimbangan asam-basa dan mekanisme sodium pump.
-          Zat belerang merupakan komponen dari beberapa jenis zat gizi yang esensial, seperti asam amino dan vitamin B  . kebutuhan zat belerang  bagi tubuh selalu dapat terpenuhi didalam bahan makanan. Belerang di dalam bahan makanan terdapat sebagai komponen phospholipids.
-          Zat fluor (F) merupakan zat gizi mineral yang diperlukan tubuh. Zat ini terdapat sebagai komponen dari jaringan keras tulang dan gigi. Terutama gigi memerlukan zat fluor bagi kesehatannya, melindungi dentim dan email dari serangan caries dentis. Kekurangan zat fluor menyebabkan dentim dan email mudah menjadi rusak membusuk dan berlubang, disebut caries dentis.
-           Zat yodium (J) merupakan zat gizi esensial bagi tubuh karena merupakan komponen dari hormone Thyroxin. Zat yodium dikonsentrasikan di dalam kelenjar gondok untuk digunakan dalam sintesa hormone Thyroxin. Hormone ini ditimbun dalam folikel kelenjar gondok, terkonjugasi dengan protein, disebut Thyroglobulin atau disebut penyakit gondok. Sebaliknya kebanyakan zat yodium akan mengakibatkan gejala-gejala pada kulit, disebut yodium dermatitis.
-          Zat chlor berbentuk gas berwarna biru kehijauan dan bersifat racunkeras. Chlor dikonsumsi dalam bentuk garam dapur (NaCl). Chlor diekskresikan dalam lambung dan berfungsi membantu dalam pencernaan protein oleh pepsine. Bila orang menderita muntah-muntah akan terbuang banyak air yang mengandung HCl dan mungkin terjadi dehidrasi dengan alkalosis karena badan banyak kehilangan asam HCl.
-          Zat besi (Fe) terutama diperlukan dalam hemopobesis (pembentukan darah) dalam sintesa hemoglobin (Hb) dan berbagai jenis enzim memerlukan Fe sebagai factor penggiat.
-          Zat tembaga (Cu)  merupakan komponen dari beberapa jenis enzim dalam system erythropoetik, pembentukan tulang, dan reaksi redoks. Tubuh manusia mengandung sekitar 100-150 mg Cu yang tersebar diberbagai jaringan. Hati, otot, dan susunan syaraf pusat (ssp) mengandung  Cu kadar tinggi. Darah lengkap mengandung 100 mg/dl Cu, terbagi rata dalam plasma dan erythrocit.
-          Zat magnesium (Mg) merupakan unsure esensial bagi tubuh dan tubuh mengandung unsure ini sebanyak 25 gram. Kebutuhan Mg bagi tubuh kita belum jelas benar, tetapi konsumsi sebanyak 250 mg/hari dianggap sudah memenuhi keperluan bagi seorang dewasa. Diperkirakan bahwa kebutuhan unsur Mg bagi bayi dan anak-anak sebanyak 150 mg/hari, sedangkan bagi ibu hamil atau  menyusui 400 mg/hari.
-          Unsur Molybdenium (Mo) terdapat dalam bahan makanan nabati maupun hewani meski jumlahnya sangat sedikit. Unsure Mo diperlukan bagi fungsi berbagai enzim, baik dalam jaringan tumbuhan maupun hewan dan mikroorganisme. Bahan makanansumber unsure Mo adalah kacang-kacangan, serealia, sayuran daun berwarna hijau dan organ dalam binatang ternak.
-          Elemen seng (Zn) merupakan ttrace elemen yang esensial bagitubuh. Tubuh manusia dewasa  mengandung sekitar 2 mg Zn, tersebar luas dalam berbagai jaringan dengan konsetrasi sangat bervariasi, sebesar 10-200 mikrogram per ggram jaringan basah. Pancreas mengandung Zn dengan kadar 20-30 micG per gram. Sedangakn jaringan hati, otot skelet dan jaringan tulang  mengandung kadar 60-180 micG per gram jaringan basah.
-           Unsure selenium (Se) merupakan trace elemen yang esensial bagi tubuh manusia. Terdapat interelasi antara metabolisma dan fungsi Se dengan vitamin E.

No comments:

Post a Comment